Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Renungan Us@ha
 
Homepage Kami
Hubungi Kami
1001 Peluang Usaha
Kiat Berwirausaha
Mitra Usaha Anda
Homepage Terkait
Kliping  Usaha Kecil
Renungan Usaha
Home


.... dan apa-apa yang diberi oleh Rasul kepada kamu, maka ambillah; dan apa-apa yang ia larang kamu, jauhilah ......

ISLAM AS A WAY OF LIFE

 

"Dan Aku (Allah) tidak menciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk mengabdi kepadaKu"(QS. Adz Dzariyaat:56).

Sebagai seorang yang beragama, khususnya beragama Islam, dalam mengarungi kehidupan ini untuk mengabdi kepada Yang Maha Pencipta haruslah selalu berlandaskan Al Qur'an dan Sunnah Nabi. Sehingga kita tidak tergolong orang yang sesat.

"Telah Aku tinggalkan dua hal, tiadalah kalian akan tersesat selama kalian benar-benar berpegang kepada duanya, yakni Al Qur'an dan Sunnah Nabi (Hadist yang shohih).

Apa yang kita kerjakan, apa yang kita usahakan, hendaklah diniatkan semata-mata karena Allah SWT Dengan demikian Insya Allah kita akan tergolong orang-orang yang ihklas.

Katakanlah:"Sesungguhnya shalatku, dan ibadahku, dan hidupku, dan matiku, hanyalah untuk Allah, Tuhan Yang Mengatu Alam Semesta tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah aku diprintahkan da aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". QS. Al An'aam:162-163.

Manfaatkanlah Pendengaran, Penglihatan, Pemikiran dan Perasaan kita sehingga kita tidak terjebak karena ketidaktahuan akan suatu hal apakah itu dilarang atau harus dikerjakan sesuai ketentuan Allah.

Dan janganlah engkau mengikuti apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya; sesungguhnya pendengaran dan penglihatan, pemikiran serta perasaan, semua anggota-anggota itu tetap akan ditanya tentang apa yang dilakukannya."(QS. Al Isra:36).

Jadi janganlah kita menjadi manusia yang tergolong prejudice (belum apa-apa sudah menolak), atau ingkar karena alasan "saya belum mengetahui" akan hal apa yang telah atau akan kita lakukan. Sehingga untuk menghindari hal itu kita harus selalu reserve karena Allah telah memperingatkannya.

"Dan berimanlah kamu dengan apa yang aku turunkan (Al-Qur'an) yang mengesahkan benarnya Kitab yang ada pada kamu, dan janganlah kamu menjadi orang-orang yang belum apa-apa sudah kafir (ingkar) akan Dia, dan janganlah pula kamu menjadikan ayat-ayatKu (sebagai harga untuk) membeli kelebihan-kelebihan yang sedikt faedahnya; dan kepada Akulah sahaja hendaklah kamu bertanya."(QS. Al Baqarah:41).

Selain jangan prejudice atau apriori. Kita janganlah juga mengandalkan 100% pendengaran dan penglihatan, pemikiran dan perasaan (4P). Karena banyak hal-hal selama ini yang dapat menipu atau mengaburkan 4P. Jadi pembenaran dari pemanfaatan dan penggunaan 4P tidaklah mutlak.

"Kebanaran yang mutlak itu adalah yang datangnya dari Tuhanmu, oleh karena itu janganlah sekali-kali engkau termasuk dalam golongan orang-orang yang ragu-ragu."(QS. Al Baqarah:147).

Dengan menyadari kemampuan dan keterbatasan 4P, maka  apabila kita menghadapi hal-hal yang menyakitkan, menyulitkan, kegagalan. Maka kita tidak perlu membecinya namun hendaklah kita dapat menerimanya dengan lapang dada Demikian pula sebaliknya bila kita menghadapi  keberhasilan atau kesenangan, janganlah keburu senang atau bangga, itu semua semata-mata karena pertolongan Allah.

"Kamu diwajibkan berperang (untuk menentang pencerobohan) sedang berperang itu ialah perkara yang kamu benci; dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. dan ingatlah, Allah jualah yang mengetahui (semua itu), sedang kamu tidak mengetahuinya."(QS. Al Baqarah:216)

Dengan demikian kita bisa tergolong orang-orang yang selalu bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada hambanya.

"Dan ingatlah ketika Tuhan kamu memberitahu: "Demi sesungguhnya !. Jika kamu bersyukur niscaya Aku akan tambahi nikmatKu kepada kamu, dan demi sesungguhnya, jika kamu kufur, ingkar, sesungguhnya azabku amatlah keras."(QS. Ibrahim:7).

Bagaimana dengan syahwat yaitu keinginan untuk memiliki atau menikmati sesuatu (bukan hanya sex saja) dan ghodob yaitu keinginan untuk mempertahankan apa-apa yang kita miliki atau nikmati. Nah itulah yang kita kenal yang namanya kesenangan dunia. Namun kita harus sadari bahwa selain kehidupan didunia ada lagi kehidupan di akhirat. 

Memang menghilangkan syahwat dan ghodob tidaklah mungkin, tapi kita harus berupaya untuk menekan atau tepatnya mengendalikannya, sehingga kita tidak hanyut oleh keduniawian.

Jadi dalam kita berwirausaha harus beroreantasi mengejar akhirat dengan tidak melupakan duniawi.Dengan demikian semata-mata apa yang kita usahakan, kita kerjakan didunia ini merupakan tabungan untuk di akhirat.

"Dan ingatlah bahwa kehidupan dunia ini meliputi segala kesenangan dan kemewahannya, jika dinilaikan dengan keidupan akhirat tidak lain hanyalah ibarat hiburan dan permainan; dan sesungguhnya negeri akherat itu ialah kehidupan yang sebenar-benarnya; kalaulah mereka mengetahui hakikat ini tentulah mereka tidak akan melupakan hari akhirat."(QS. Al Ankabut:64). 

Dengan menyadari bahwa kita sebagai hamba Allah, memahami akan kemampuan dan keterbatasan diri dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan Nya sesuai Al Qur'an dan Sunnah Nabi secara ikhlas, selalu bersyukur atas nikmat yang diberikanNya. Insya Allah kita akan mendapatkan kebahagian di dunia dan akhirat. Amin


Yang benar datangnya dari Allah, yang salah hanyalah kebodohan saya. Lebih kurangnya saya mohon maaf.

 



 

 

 

 

 

Berita, gambar dan tulisan di web ini bersumber dari beberapa surat kabar, majalah, buku, tabloid dan internet. Karena keterbatasan tempat, kemampuan dan keahlian, penulisan akan ada perubahan, mohon jika ada kesalahan, koreksinya disampaikan ke E-mail kami.